Menu

Mode Gelap
 

Bahaya Menaruh Seluruh Hidup pada Satu Hati

- Nusakata

27 Aug 2025 08:14 WIB


					Bahaya Menaruh Seluruh Hidup pada Satu Hati Perbesar

Opini | Cinta adalah sesuatu yang wajar, indah, bahkan sering dianggap sebagai alasan manusia bertahan hidup. Namun, ketika cinta dikonsumsi berlebihan dan sepenuh hati hanya dipersembahkan untuk satu orang, ia bisa berubah menjadi jebakan yang menyakitkan.

Kita sering salah kaprah dalam memahami cinta. Banyak yang menganggap semakin besar pengorbanan, semakin murni rasa sayang itu. Padahal, cinta yang terlalu mendominasi justru bisa membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri.

Bayangkan ketika semua waktu, perhatian, bahkan kebahagiaan hanya dipusatkan pada satu orang. Kita lupa bahwa hidup memiliki banyak sisi lain yang sama pentingnya: keluarga, sahabat, cita-cita, bahkan kesehatan mental. Saat hubungan itu retak atau berakhir, dunia seolah runtuh—karena kita sudah menaruh semua harapan pada satu titik yang rapuh.

Bahaya cinta yang berlebihan bukan hanya soal patah hati. Lebih jauh, ia bisa melahirkan ketergantungan emosional, rasa takut kehilangan yang berlebihan, hingga perilaku tidak sehat seperti cemburu buta atau mengontrol pasangan. Alih-alih memberi ruang untuk tumbuh bersama, cinta seperti ini justru mengurung dan melemahkan.

Maka, mencintai dengan wajar adalah kunci. Kita boleh mencintai seseorang sepenuh hati, tetapi jangan sampai melupakan cinta pada diri sendiri. Hidup bukan hanya tentang satu orang, melainkan juga tentang bagaimana kita tumbuh, berproses, dan menemukan arti yang lebih luas.

Karena pada akhirnya, cinta yang sehat bukanlah tentang melebur tanpa sisa, melainkan berjalan beriringan tanpa kehilangan arah.

 

Penulis : Doni

Baca Lainnya

Kajian Akademisi Soroti Lemahnya Daya Ikat Inbup Ritel Sumbawa, Berpotensi Bertentangan dengan Perda

29 January 2026 - 12:53 WIB

Negara Kehilangan Nurani: Nakes dan Guru Terpinggirkan oleh Kebijakan Instan

23 January 2026 - 20:51 WIB

Krisis Ekologi Pesisir Jawa Tengah: Perspektif Keadilan Sosial Dan Ekonomi Masyarakat

15 January 2026 - 12:04 WIB

Aktivis Aditia Nilai TPP Ada Hal Konyol

8 January 2026 - 10:35 WIB

Pandeglang sebagai Ruang Belajar, Rantau yang Membentuk Kesadaran, Relasi, dan Karakter Mahasiswa Maluku

3 January 2026 - 19:58 WIB

Pemerhati Nilai Kepemimpinan Dewi-Iing Hadirkan Pelayanan Publik Yang Berorintasi Kebutuhan Warga

29 December 2025 - 17:04 WIB

Trending di Opini