Menu

Mode Gelap
 

Gubernur Banten Andra Soni Telusuri Kali Angke untuk Identifikasi Penyebab Banjir

- Nusakata

25 Jul 2025 17:45 WIB


					Gubernur Banten Andra Soni Telusuri Kali Angke untuk Identifikasi Penyebab Banjir (Dok/Humas) Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni Telusuri Kali Angke untuk Identifikasi Penyebab Banjir (Dok/Humas)

NUSAKATA.COMGubernur Banten, Andra Soni, melakukan penelusuran Sungai Angke di wilayah Kota Tangerang pada Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati langsung kondisi di lapangan serta mengidentifikasi penyebab utama banjir yang kerap melanda kawasan Tangerang Raya.

Dalam kegiatan ini, Andra Soni didampingi oleh sejumlah pejabat, antara lain pimpinan DPRD Provinsi Banten, Walikota Tangerang Sachrudin, Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, serta perwakilan Forkopimda dari Provinsi Banten, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Selain itu, hadir pula Kepala Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) David Oloan Marpaung, Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan, dan Kepala DLHK Banten Wawan Gunawan.

Rute penelusuran dimulai dari Jembatan Fortune di Tangsel dan berakhir di Bendung Polor, Kota Tangerang, dengan menggunakan perahu karet bermesin sejauh sekitar 10 kilometer.

Menurut Andra Soni, selama sekitar dua jam perjalanan, pihaknya berdiskusi terkait langkah-langkah konkret yang bisa segera dilakukan, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. Tujuannya adalah untuk mengatasi persoalan banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun, khususnya di sekitar aliran Kali Angke.

Ia menyoroti beberapa persoalan utama seperti penyempitan sungai akibat tanah timbul yang menyebabkan pendangkalan, serta pekerjaan dari pihak Balai yang belum rampung.

Bendung Polor, lanjutnya, kemungkinan dulunya dibangun untuk mendukung irigasi pertanian, namun kini fungsinya perlu ditinjau ulang sesuai dengan kondisi yang sudah berubah. Oleh karena itu, Pemprov, Pemda, dan Balai akan terus berkoordinasi untuk membagi tugas dan menyusun langkah kolaboratif.

“Saya optimistis jika kita lakukan bersama, dalam beberapa program ke depan akan terlihat perubahan nyata,” ujar Andra.

Kepala BWSCC David Oloan Marpaung menjelaskan, sejak 2011 hingga 2015 pihaknya telah merancang pembangunan tanggul sepanjang 13 kilometer di masing-masing sisi sungai, total 26 kilometer. Namun, hingga kini baru 19 kilometer yang terealisasi, sementara sisanya masih belum terbangun.

Ia menambahkan, pembangunan tanggul belum bisa diselesaikan sepenuhnya karena adanya hambatan dalam proses pembebasan lahan. Selain itu, sungai juga mengalami penyempitan dan pendangkalan signifikan, seperti pada titik yang seharusnya selebar 30 meter namun kini hanya tersisa 10 meter.

David menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk menuntaskan persoalan ini.

“Dihimbau juga bagi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena perilaku tersebut dapat menghambat upaya perbaikan aliran sungai,” Tuturnya. ***

Baca Lainnya

4 Pernyataan Sikap Dewan Kesenian Demak Terkait Kondisi Negeri

31 August 2025 - 17:57 WIB

Eko Patrio dan Uya Kuya Resmi Dinyatakan Mundur Dari Anggota DPR RI

31 August 2025 - 17:20 WIB

Mahasiswa Pandeglang Soroti Pemadaman TikTok Live Saat Demo DPR, Singgung Dugaan Keterkaitan

31 August 2025 - 09:31 WIB

Fitur TikTok Live di Indonesia resmi dimatikan sejak Sabtu (30/8/2025) malam, bersamaan dengan masih berlangsungnya aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Kebijakan ini memicu beragam reaksi, termasuk dari kalangan mahasiswa.

Sahroni Dicopot Dari Wakil Ketua Lantaran Sebut Kata Tolol Sedunia Yang Ingin Pembubaran DPR

29 August 2025 - 21:45 WIB

Tragedi Affan Kurniawan, Pengamat Menilai : Protes Berpotensi Melebar Ke Isu-Isu Yang Lebih Luas

29 August 2025 - 21:11 WIB

Forum BEM Pandeglang Desak Kapolri dan Presiden Usut Tuntas Tragedi Kematian Massa Aksi DPR

29 August 2025 - 11:21 WIB

Trending di Nasional