Menu

Mode Gelap
 

Pemuda Pandeglang Galang Petisi Masyarakat dan Aksi Bersih-Bersih Sampah Seruan Keadilan Ekologis

- Nusakata

13 Jul 2025 14:33 WIB


					Pemuda Pandeglang Tolak Pengiriman Sampah dan lakukan petisi (Dok/nusakata.com) Perbesar

Pemuda Pandeglang Tolak Pengiriman Sampah dan lakukan petisi (Dok/nusakata.com)

NUSAKATA.COM – Sejumlah Pemuda Pandeglang yang tergabung dari “Koalisi Pandeglang Bersih” menggelar aksi penggalangan tanda tangan petisi dan kegiatan bersih-bersih di Alun-Alun Pandeglang sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

Aksi ini menjadi bagian dari gerakan moral dan sosial yang menuntut keadilan ekologis atas keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol di Kecamatan Koroncong. Minggu, (13/7/25).

Kawasan TPA yang sejak awal dirancang sebagai solusi pengelolaan sampah lokal kini dianggap berubah menjadi sumber kerusakan lingkungan yang serius.

Para pemuda tersebut menilai bahwa, pengelolaan yang tidak sesuai standar, disertai dengan dugaan masuknya sampah dari luar daerah seperti Kabupaten Serang menjadikan TPA Bangkonol sebagai simbol ketimpangan kebijakan dan ketidakadilan ekologis.

Aksi damai ini diawali sejak pagi hari sambil jalan santai turun langsung menggalang petisi masyarakat dan membersihkan kawasan Alun-Alun sebagai bentuk kampanye simbolik untuk menolak kiriman sampah dan mendorong tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan hidup.

“Di sela-sela kegiatan bersih-bersih, kami melakukan penggalangan tanda tangan petisi yang direspons antusias oleh masyarakat,” Ungkap Syafaat.

Mereka menandatangani spanduk dukungan sebagai bentuk desakan terhadap pemerintah daerah agar segera mengevaluasi total pengelolaan TPA Bangkonol.

“Menghentikan praktik pembuangan sampah dari luar wilayah Pandeglang, dan menjamin hak-hak lingkungan serta kesehatan warga sekitar yang terdampak langsung,” Ujar Ahmad Syafaat Selaku Koordinator Koalisi Pandeglang Bersih kepada awak media.

Menurutnya, persoalan sampah bukan semata isu teknis, melainkan telah menjadi persoalan keadilan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal tidak boleh terus-menerus menjadi korban atas kebijakan yang tidak transparan dan tidak melibatkan partisipasi publik.

Aksi ini, katanya, bukan sekadar bentuk protes, melainkan panggilan moral untuk membangun budaya pengelolaan lingkungan yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

Dirinya mengatakan bahwa gerakan ini tidak berhenti di Alun-Alun Pandeglang. Mereka berencana mengawal aspirasi hingga ke meja Bupati dan DPRD Pandeglang.

“Kita akan susul dengan acara Dialog Publik dengan warga sekitar di Lingkungan TPA Bangkonol,” Pungkasnya.

Ibad menambahkan, Gerakan ini akan terus meluas sebagai bentuk tekanan publik yang sah dan konstitusional demi perlindungan ruang hidup masyarakat Pandeglang.

“Aksi ini bahkan mendapatkan simpati dari masyarakat yang melintas dan ikut serta secara spontan. Bagi para peserta, kegiatan ini adalah wujud nyata cinta terhadap tanah kelahiran,” Tambahnya.

Pandeglang, kata mereka, bukan tempat buangan, tetapi rumah bersama yang harus dirawat dan dijaga oleh semua pihak. ***

Baca Lainnya

Anggaran Mamin Rp8,4 Miliar Jadi Sorotan, GP Ansor Pandeglang Tuntut Dialihkan ke Infrastruktur

27 February 2026 - 11:54 WIB

IMM KIP UNPATTI Kawal Proses Pidana dan Sidang Kode Etik di Polda Maluku

23 February 2026 - 17:17 WIB

Lanjutkan Pengabdian, DPP HIMMA Dukung Kepemimpinan KH Embay Mulya Syarif Pada Muktamar XXI

19 February 2026 - 22:27 WIB

Purbaya Angkat Bicara Soal Guru Honorer Gugat Ke MK

19 February 2026 - 17:42 WIB

Retreat Bupati Serang Dinilai Menghina Guru PPPK Paruh Waktu

16 February 2026 - 09:24 WIB

Tim UAR Ikuti Jambore Potensi SAR Nasional di Green Belt PIK 2

15 February 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional