Menu

Mode Gelap
 

Ketua PC IPNU Bireuen: 100 Hari Kepemimpinan Bupati Bireuen Tanpa Perubahan Signifikan

- Nusakata

4 Jun 2025 10:19 WIB


					Ketua PC IPNU Bireuen: 100 Hari Kepemimpinan Bupati Bireuen Tanpa Perubahan Signifikan (Dok/pribadi) Perbesar

Ketua PC IPNU Bireuen: 100 Hari Kepemimpinan Bupati Bireuen Tanpa Perubahan Signifikan (Dok/pribadi)

NUSAKATA.COMKetua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Bireuen, Khairul Amri, menyampaikan kritik terhadap kinerja 100 hari Bupati Bireuen yang dinilainya belum membawa perubahan signifikan, khususnya bagi kalangan pelajar dan pemuda. Selasa, (3/6/2025).

Dalam keterangannya, Khairul menyebutkan bahwa selama tiga bulan pertama masa jabatan bupati, belum terlihat langkah-langkah konkret atau terobosan yang menyentuh persoalan-persoalan mendasar di Bireuen.

Ia menyoroti sektor pendidikan, kepemudaan, ekonomi, dan tata kelola sebagai bidang-bidang pemerintahan yang belum menunjukkan kemajuan berarti.

“Kami sebagai bagian dari elemen pelajar yang merupakan generasi masa depan daerah sangat menantikan arah perubahan. Namun kenyataannya, selama 100 hari ini, belum ada program strategi yang menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat. Semuanya masih berkutat pada seremonial hal-hal,” ujar Khairul Amri.

Ia menekankan pentingnya ruang dialog antara bupati dan masyarakat agar pemerintah benar-benar memahami aspirasi dan keluhan warga.

“Bupati Bireuen perlu membuka ruang curhat rakyat. Dengarkan langsung apa yang mereka rasakan di lapangan terhadap kinerjanya sendiri,” tegas Khairul.

Dalam aspek pendidikan, Khairul menyoroti masih banyaknya sekolah yang kekurangan fasilitas dasar, belum adanya kejelasan status guru berprestasi, serta ketiadaan program unggulan bagi pelajar berprestasi maupun pelajar kurang mampu. Ia juga menilai sektor kepemudaan belum mendapat perhatian serius, dengan minimnya dukungan untuk kewirausahaan dan pengembangan bakat.

“100 hari seharusnya cukup untuk menunjukkan arah dan kemauan politik seorang pemimpin daerah. Tapi yang kami lihat, belum ada pelatihan kewirausahaan, beasiswa pemuda, atau fasilitas pengembangan minat dan bakat yang diluncurkan,” ungkapnya.

Selain itu, Khairul juga mengkritisi lambatnya reformasi birokrasi dan masih buruknya pelayanan publik, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Ia menyebut keluhan warga terhadap pelayanan administrasi masih sering terdengar.

Sebagai penutup, Khairul Amri meminta Bupati Bireuen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja awal masa jabatannya dan menyusun kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Bupati harus segera keluar dari zona nyaman dan mendengarkan suara rakyat. 100 hari adalah momen evaluasi, bukan selebrasi. Masyarakat menunggu kerja nyata, bukan janji baru,” tutupnya.

Baca Lainnya

Penyidik Polres Sumbawa Diminta Profesional dan Transparan Dalam Tahap P21

26 February 2026 - 17:33 WIB

Dinilai Gagal Benahi Manajemen, Aktivis Desak Plt Dirut RSUD Malingping Segera Mundur

23 February 2026 - 10:39 WIB

SK 103 Desa Depur: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

17 February 2026 - 20:43 WIB

Pemerintah dan Tokoh Agama Negeri Tumalehu Barat Sepakati Awal Ramadhan 17 Februari 2026

15 February 2026 - 14:44 WIB

Puluhan Siswa SDN 1 Cikeusik Wanasalam Datangi Dapur MBG

13 February 2026 - 15:00 WIB

Datang Berobat, Kartu Tak Aktif: IMM Unpatti Desak Negara Bertanggung Jawab

12 February 2026 - 16:15 WIB

Trending di Daerah