Menu

Mode Gelap
 

Tokoh Muda Desak Kejelasan Dari Pemda Soal SD Pasirsedang 2

- Nusakata

4 May 2025 07:23 WIB


					Tokoh Muda  Desak Kejelasan Dari Pemda Soal SD Pasirsedang 2 Perbesar

NUSAKATA.COM — Kekhawatiran muncul di tengah masyarakat Kecamatan Picung, khususnya warga Kampung Seuti, Desa Pasirsedang, seiring belum jelasnya nasib SD Negeri Pasirsedang 2 yang terdampak langsung oleh proyek pembangunan jalan tol.

SD Negeri Pasirsedang 2, yang telah menjadi tempat belajar bagi ratusan anak di wilayah tersebut, kini berada di ambang ketidakpastian. Proyek tol nasional yang melintasi wilayah Picung diketahui mengenai langsung area sekolah, sehingga proses belajar mengajar praktis terganggu dan kondisi gedung tidak lagi layak digunakan sepenuhnya.

Tokoh muda Kecamatan Picung, D Fuji Panjimas angkat bicara terkait minimnya informasi dan solusi dari pemerintah daerah.

“Kami mempertanyakan, ke mana arah kebijakan pendidikan pasca penggusuran ini? Warga menanti kejelasan: apakah ada relokasi, pembangunan sekolah baru, atau penggabungan ke sekolah lain? Jangan sampai generasi kita dikorbankan atas nama pembangunan,” tegasnya.

Menurut pantauan dilapangan, beberapa siswa saat ini dialihkan ke fasilitas darurat di gedung Madrasah Diniyah Awaliyah di wilayah tersebut, tapi kondisi bangunannya tidak memadai dan sangat memperhatinkan, namun belum ada keputusan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang maupun pihak terkait soal kelanjutan institusi SDN Pasirsedang 2, pada minggu, (4/5/25).

Masyarakat dan tokoh muda mendesak pemerintah daerah khususnya Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang untuk:

1. Memberikan klarifikasi resmi terkait status kelembagaan SDN Pasirsedang 2.

2. Menyampaikan rencana relokasi atau pembangunan gedung baru secara terbuka.

3. Menjamin hak pendidikan anak-anak yang terdampak pembangunan tol, termasuk keberlanjutan guru dan tenaga pendidik.

Puji sapaan akrabnya juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan hak dasar warga, khususnya pendidikan.

“Tol penting, tapi masa depan anak-anak jauh lebih penting. Jangan sampai mereka kehilangan semangat belajar karena ketidakpastian ini,” tutupnya.

Sekedar informasi masalah ini sebetulnya terjadi ketika Ibu Hj Dewi Setiani masih menjabat Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, hingga saat ini menjadi Bupati Pandeglang.

Baca Lainnya

Aktivis Soroti Dugaan Anggaran Pemeliharaan SDN 3 Keusik Tahun 2025

3 February 2026 - 12:10 WIB

Wakil Bupati Lahat Sambangi Korban Rumah Roboh Akibat Angin Kencang

31 January 2026 - 23:52 WIB

Fasilitas Air Di Ruang Rawat Inap RSUD Malingping Terganggu, Pasien Keluhkan Kendala Sanitasi

31 January 2026 - 16:01 WIB

Pemkab Lahat Melalui BKPSDM Kab. Lahat Menerima Penghargaan Dari Gubernur Sumatera Selatan

30 January 2026 - 19:06 WIB

Menerima Penghargaan Sebagai Pemerintah Daerah Dengan Implementasi 100% SIPD RI Online 

30 January 2026 - 14:19 WIB

Fakultas Hukum Universitas Samawa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026/2027

29 January 2026 - 20:25 WIB

Trending di Daerah