NUSAKATA.COM — Menjelang rencana aksi blokade Pelabuhan Poto Tano yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2025, mahasiswa dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa menyampaikan harapan agar Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) segera melakukan konsolidasi ke seluruh perguruan tinggi di wilayah tersebut.
Doni Sanjaya Saputra, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Samawa (UNSA), menyampaikan bahwa momentum aksi tersebut merupakan langkah penting dalam perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).
Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa harus dipersiapkan secara serius melalui konsolidasi yang menyeluruh.
“Saya berharap Ketua KP4S Se-Pulau Sumbawa bisa segera mengadakan konsolidasi ke seluruh perguruan tinggi yang ada di Pulau Sumbawa. Mengingat waktu aksi blokade Poto Tano sudah semakin dekat, maka sebelum waktu itu tiba, kami berharap ada pertemuan terbuka untuk menyatukan langkah,” ujar Doni.
Menurut Doni, mahasiswa memiliki peran sentral sebagai mitra kritis dalam perjuangan rakyat. Dengan adanya konsolidasi, ia meyakini mahasiswa dapat memperkuat posisi gerakan masyarakat secara terorganisir dan berkesinambungan.
Aksi blokade Pelabuhan Poto Tano sendiri direncanakan sebagai bentuk tekanan simbolik terhadap pemerintah pusat agar mempercepat proses pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa.
Dukungan dari kalangan kampus diharapkan mampu menjaga semangat perjuangan tetap dalam koridor konstitusional dan intelektual.





