NUSAKATA.COM – Menjaga Alam: Antara Kesadaran dan Ketakutan.
Di negeri yang kaya akan mitos, pohon beringin berdiri megah bukan karena kesadaran ekologis masyarakat, melainkan karena aura mistis yang melekat padanya.
Bukan ilmu pengetahuan yang menyelamatkan pohon ini dari tebasan gergaji, melainkan cerita-cerita tentang makhluk tak kasat mata yang bersemayam di dalamnya.
Ironi ini menggambarkan betapa cara paling efektif untuk menjaga lingkungan bukanlah melalui pendidikan dan pemahaman ilmiah, tetapi melalui rasa takut yang diwariskan turun-temurun.
Di banyak tempat, hutan-hutan hilang, gunung-gunung dikeruk, sungai-sungai dikotori, karena tak ada mitos yang melindunginya.
Lalu, apakah kita harus terus bergantung pada kisah mistis untuk melestarikan alam? Ataukah kita siap menciptakan paradigma baru, di mana kesadaran dan tanggung jawab menjadi benteng terakhir sebelum kehancuran datang?
Perubahan ideologi diperlukan: dari ketakutan menuju kesadaran, dari mitos menuju aksi nyata. Alam tak butuh mitos untuk bertahan, ia butuh manusia yang benar-benar peduli.
Tulisan ini mengangkat ironi tentang bagaimana mitos lebih efektif dalam melindungi alam dibandingkan dengan kesadaran ekologis, serta ajakan untuk mengubah paradigma tersebut.***
Ditulis oleh akun ig: @neneng_isme.





