NUSAKATA.COM – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Pemuda Hindu “Sekeha Teruna Teruni Yowana Manggala” (STTYM) dalam aksi sosial yang digelar pada Rabu, 5 Maret 2025.
Menjelang tengah malam, komunitas ini bergerak membagikan ratusan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di wilayah perumahan Pondok Gede Permai, Kota Bekasi.
Dengan pendampingan dari pengurus Karang Taruna setempat, para pemuda memulai distribusi makanan dari Posko RW 8, yang menjadi salah satu lokasi terdampak banjir terparah di Kota Bekasi.
Menurut Marbun, seorang warga RW 8, banjir yang melanda pada Selasa mencapai lebih dari tiga meter, menenggelamkan rumah-rumah hingga ke atap.
“Kemarin air setinggi atap. Hari ini kami beres-beres lumpur, sampah, dan mengeluarkan peralatan rumah tangga yang sudah rusak. Pakaian, lemari, sepeda motor, banyak yang tidak bisa diselamatkan dan sekarang menjadi tumpukan sampah,” ungkapnya sambil menunjuk tumpukan barang dan deretan sepeda motor yang berlumuran lumpur pekat.
Memupuk Solidaritas di Kalangan Remaja
Gusti Arya, koordinator aksi, mengungkapkan bahwa STTYM merupakan komunitas remaja Hindu yang mayoritas beranggotakan siswa SMA hingga mahasiswa.
Mereka bermukim di sekitar Narogong-Rawalumbu, sekitar 5 km dari lokasi banjir.
Remaja STTYM tergerak oleh ajakan Gusti Arya, sosok yang telah aktif dalam aksi kemanusiaan selama hampir 15 tahun. Ia konsisten berbagi dalam gerakan bertajuk “Razia Perut Lapar”. Aksi malam ini menjadi episode ke-43 dari kegiatan tersebut.
“Saya mengajak adik-adik STTYM untuk terus memupuk solidaritas tanpa membeda-bedakan latar belakang. Walaupun sebagian besar belum berpenghasilan untuk menjadi donatur, mereka tetap bisa berkontribusi dengan menyiapkan dan menyalurkan bantuan,” ujarnya.
Pemuda yang sejak Selasa pagi telah bergabung dengan posko kemanusiaan di Jatiasih ini menambahkan bahwa para remaja Hindu di Rawalumbu telah berkumpul sejak sore tadi untuk menyiapkan bahan makanan dan memasak sendiri.
Mereka memastikan makanan yang dibagikan tetap segar dan layak konsumsi, terutama bagi warga yang telah seharian berjibaku dengan lumpur.
“Kami memasak sendiri supaya makanan tetap segar. Jam segini biasanya warga sudah lapar setelah berbuka puasa, apalagi setelah seharian bekerja membersihkan rumah dari lumpur. Makanan ini juga masih bisa dikonsumsi untuk sahur nanti,” tambahnya.
Perwakilan STTYM bersama pendamping dari Karang Taruna menyasar warga yang memilih bertahan di rumah dan tidak mengungsi ke lokasi BNPB. Aksi serupa direncanakan akan berlanjut esok hari.
“Kami dari Sekeha Teruna Teruni Yowana Manggala Sub Banjar Narogong akan turun lagi besok untuk berbagi makanan,” pungkasnya. (Dewa).





