Menu

Mode Gelap
 

Di Duga Anaknya Jadi Korban Human Trafficking Orang Tua Minta Perlindungan Ke Kemenlu

- Nusakata

17 Feb 2025 01:18 WIB


					Di Duga Anaknya Jadi Korban Human Trafficking Orang Tua Minta Perlindungan Ke Kemenlu Perbesar

NUSAKATA.COM – Malam selalu di hantui oleh rasa kekhawatiran sebagai orang tua tentang nasib anaknya yang ada di negara orang, mendapatkan informasi anaknya di pekerjakan di negara Kamboja, sebagai operator judi online scammer akhirnya mendatangi kantor Kementrian Luar Negeri untuk meminta perlindungan keselamatan anaknya di sana pada Jum,at (14/02 /2025).

Samudi orang tua kandung dari di duga korban Humman Trafficking anaknya yang bernama Frasfadi Putra mengatakan, Anak saya itu sebenarnya sudah bekerja jadi supir pribadi di daerah Kedoya Jakarta  Barat.

“Dia itu pengen punya gaji besar mungkin pengen punya duit buat membantu adik-adiknya yang masih belajar juga pengen membahagiakan orang tuanya,” Ungkapnya.

“Jadi begitu, dapat informasi ada lowongan kerja di kamboja tanpa mikir-mikir lagi menerima tawaran dari agency,” Ucap Kembali.

Lebih lanjut Samudi menyampaikan, kronologis anak kandungnya bisa sampai ke kamboja.

“Awalnya anak saya mendapatkan Facebook ( FB) seseorang yang menawarkan kerja ke kamboja dengan gaji 800 US dolar, setara dengan uang rupiahnya kurang lebih 12 juta,” Pungkas Ayah Korban.

Agency meminta data-data KTP dan KK untuk pembuatan paspor, selama proses paspor anak Bapak Tersebut di tampung selama 3 hari di salah satu apartemen di bilangan daerah Cengkareng Jakarta Barat.

Setelah selesai paspor dari Bandara Soekarno Hatta di terbangkan ke pekan Baru (Dumai) dari Dumai naik kapal laut ke Malaysia.

“Nah, dari Malaysia di terbangkan ke Phnom penh Kamboja di sana sudah ada yang menjemput untuk di bawa ke komplek perjudian ,” Ujarnya.

Senada dengan Ucok Ardiyanto, seorang aktivis kemanusiaan yang mendampingi orang tua kandung Frasfadi putra yang sekarang masih berada di Kamboja mendatangi kementrian Luar Negeri di jakarta mengatakan.

“Saya ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa Warga Negara Indonesia di duga menjadi korban Human traffiching,” Paparnya.

Kata Ucok, Orang tua korban akan mengirimkan surat pengaduan kepada Direktur PPA dan PPO Mabes POLRI, kepada Presiden Republik Indonesia.

” Ke Kementrian Luar Negeri, Kementrian Hak Asasi Manusia dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di jakarta,” Ucap Ucok.

Masih kata Ucok Ardiyanto menambahkan, Negara harus segera hadir untuk membantu Warga Negara Indonesia (WNI) yang di duga menjadi korban jaringan mafia HUMAN TRAFFICKING, yang masih berkeliaran merekrut tenaga kerja ke Luar Negeri khususnya di Negara tujuannya Kamboja.

“Dengan di iming-imingi gaji besar mereka di berangkatkan ke Kamboja sebagai negara tujuan nya untuk di jadikan operator judi online scammer,” Tutupnya**

Baca Lainnya

IPNU Pandeglang Ingatkan Pengawasan Ketat Program MBG, Cegah Pengurangan Porsi dan Kualitas

28 February 2026 - 17:31 WIB

Tim UAR Ikuti Jambore Potensi SAR Nasional di Green Belt PIK 2

15 February 2026 - 15:09 WIB

Puluhan Siswa SDN 1 Cikeusik Wanasalam Datangi Dapur MBG

13 February 2026 - 15:00 WIB

Tekan Narkoba dan Bullying, FH UNSA–Polres Sumbawa Edukasi Pelajar SMAN 1 Moyo Utara

11 February 2026 - 15:16 WIB

Dari Kampus Global Road to Muktamar Mathla’ul Anwar XXI : UNMA Selenggarakan Seminar Internasional

6 February 2026 - 01:06 WIB

Isi Surat Yang Dibuat Untuk Orang Tua, Polisi Dalami Bullying

5 February 2026 - 05:11 WIB

Trending di Nasional