Menu

Mode Gelap
 

Inilah Lipstick Effeck, Sebuah Perubahan Gaya Konsumsi Yang Terjadi Pada Kondisi Ekonomi

- Nusakata

28 Jan 2025 02:15 WIB


					Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. Perbesar

Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.

Nusakata.com – Libur panjang, jalanan macet kembali dan hari libur tahun ini diperkirakan lebih dari 100 hari dalam setahun, Selasa (28/01/25).

Banyak libur, ditambah dengan sabtu minggu, luar biasa sekali, jadi, kenapa jalan tetap ramai?.

“Padahal banyak yang mengatakan daya beli turun, jumlah kelas menengah berkurang.

Pengangguran banyak, orang kena PHK apalagi, anak muda susah cari kerja dan lain sebagainya. Bagaimana kita menjelaskan ini semua?” Ucap Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. dilansir dari video Reels Instagram nya.

Inilah yang dikenalkan oleh ahli-ahli manajemen yang namanya sebagai Efek Lipstik atau Lipstick Effect.

Yang kemudian dikukuhkan oleh Leonard Lauder salah seorang chairman di Estee Lauder yang mengatakan.

Aneh. ini ada tragedi 9/11 itu di amerika yang efeknya Gedung Word Trade Center yang jatuh begitu karena serangan terorisme.

“Itu berakibat daya beli turun masyarakat, kemudian susah cari kerja, masyarakat pergi kemana-mana tidak dapat pekerjaan dan orang tidak bisa berkunjung ke Amerika makin sulit,”

“Tetapi penjualan lipstik meningkat, aneh. penjualan barang-barang lux lainnya turun semua kebiasaan masyarakat bepergian kebutuhan sehari-hari juga turun, tetapi pejuang lipstick naik,” ucapnya.

Semua mencari kemewahan yang terjangkau, masyarakat selalu mencari kemewahan bagi dirinya untuk menghibur diri untuk mendapatkan kebahagiaan, tetapi yang dicari adalah semakin yang terjangkau.

Misalnya, tadinya mau beli mobil harganya dia hitung-hitung wah nggak masuk.

“Tiba-tiba masuk nih mobil dari china yang kemudian harganya masih terjangkau dan cina memanfaatkan itu harganya lebih murah,” terangnya.

Lalu kemudian liburan, liburan juga adalah kemewahan yang terjangkau, ya tempat-tempatnya dekat-dekat masih sekitar klorik Jakarta atau ke Bandung ke Jogja, Jawa tengah-lah kurang lebih begitu ya.

“Kemudian yang punya uang lebih sedikit lagi adalah ke Bali misalnya. Jadi, terjadilah efek yang disebut sebagai kemewahan yang terjangkau dan ‘lipstik’ adalah suatu kenewahan yang harganya tidak terlalu mahal,” jelasnya.

Lalu juga skincare itu terbukti banyak laku ketika terjadi Covid-19 naik bagaimana menurut kalian?.

Baca Lainnya

IPNU Pandeglang Ingatkan Pengawasan Ketat Program MBG, Cegah Pengurangan Porsi dan Kualitas

28 February 2026 - 17:31 WIB

SK 103 Desa Depur: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

17 February 2026 - 20:43 WIB

Tim UAR Ikuti Jambore Potensi SAR Nasional di Green Belt PIK 2

15 February 2026 - 15:09 WIB

Puluhan Siswa SDN 1 Cikeusik Wanasalam Datangi Dapur MBG

13 February 2026 - 15:00 WIB

Tekan Narkoba dan Bullying, FH UNSA–Polres Sumbawa Edukasi Pelajar SMAN 1 Moyo Utara

11 February 2026 - 15:16 WIB

Dari Kampus Global Road to Muktamar Mathla’ul Anwar XXI : UNMA Selenggarakan Seminar Internasional

6 February 2026 - 01:06 WIB

Trending di Nasional