Nusakata.Com – Kau tau betapa susahnya orang dijalan,merintih dalam hari yang tak kunjung terang.
Sementara makan siang mu dapat menghidupi 100 orang dalam semalam.
Kau injak kepala dalam piring yang kaku.
Bahasamu mencerminkan otak yang di anggap mampu untuk berpikir.
Kemana telinga yang sering kau pakai untuk mengutil cerita-cerita itu.
Kau tidak tuli dan kau tidak buta,hanya saja kau tidak bisa berjalan tanpa kepala.
Apa gunanya kau berpikir ?
Jika kepala mu saja kau injak.
Apa gunanya kau berjalan ?
Jika jalanmu tertatih-tatih untuk menolong.
Sudahlah.
Bahasamu hanyalah bahasa kelabu tidak berwarna dan tidak berati.
Pandeglang 25 September 2024.
(Muktaf)







