Home Nasional Kongres PB PMII XXI 2024 di Palembang Berjalan Kacau, Diduga Karena Banyak...

Kongres PB PMII XXI 2024 di Palembang Berjalan Kacau, Diduga Karena Banyak Kepentingan

2
0

Nusakata.com – Kongres ke-21 Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) yang berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan, telah menjadi sorotan nasional karena situasi yang sangat kacau dan jauh dari harapan.

Alih-alih menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar kader se-Indonesia, kongres ini malah diwarnai dengan kekacauan dan ketidakberesan yang mengkhawatirkan.

Sejak awal, kongres ini telah menunjukkan tanda-tanda ketidakteraturan. Dilaporkan bahwa lebih dari seratus cabang PMII di seluruh Indonesia tidak menerima Surat Keputusan (SK) yang seharusnya menjadi syarat untuk mengikuti kongres.

Ketidakberesan ini memicu keresahan di kalangan peserta, yang kemudian memuncak menjadi kekacauan.

Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan adanya kepentingan tertentu yang menunggangi kongres ini. Ketua Umum PB PMII dikabarkan memiliki ambisi politik pribadi, yaitu mencalonkan diri sebagai Bupati Cirebon. Ambisi ini diduga memengaruhi jalannya kongres, sehingga mekanisme yang seharusnya berlaku sesuai aturan malah diabaikan. Akibatnya, banyak terjadi dualisme kepemimpinan di berbagai cabang, yang semakin memperkeruh suasana.

Yoga Pratama, kaderisasi eksternal dari Pengurus Cabang PMII Kabupaten Lebak, menyatakan kekecewaannya terhadap ketidakbecusan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) dalam menjalankan acara kongres.

Menurutnya, kongres yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi dan pembinaan kader justru menjadi ajang pertikaian yang jauh dari tujuan PMII sebagai organisasi mahasiswa Islam yang besar dan berwibawa.

“Kami datang ke sini dengan harapan dapat mengikuti kongres yang tertib dan sesuai aturan, namun yang terjadi justru sebaliknya. Ketidakbecusan SC dan OC dalam menyelenggarakan acara ini sangat mengecewakan. Seharusnya kongres ini menjadi momentum penting bagi seluruh kader PMII di Indonesia, tetapi justru menjadi panggung kepentingan pribadi yang merusak semangat kebersamaan,” ujar Yoga Pratama.

Situasi yang tidak kondusif ini juga berdampak pada jalannya kongres, di mana banyak agenda yang tertunda atau tidak berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Para peserta kongres, terutama yang datang dari luar Sumatera Selatan, merasa dirugikan karena waktu, tenaga, dan sumber daya yang mereka investasikan untuk mengikuti kongres ini seakan sia-sia.

Kongres PB PMII XXI 2024 yang seharusnya menjadi momentum penting bagi organisasi ini kini berubah menjadi sebuah peringatan tentang pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan acara besar.

Dengan berbagai masalah yang muncul, harapannya adalah agar PB PMII segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah-langkah perbaikan untuk mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang.

Organisasi mahasiswa seperti PMII memiliki peran penting dalam mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdedikasi tinggi.

Oleh karena itu, kongres yang menjadi ajang konsolidasi dan regenerasi harus dijaga agar berjalan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh organisasi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here